Hitung Ratio Likuiditas yang Baik

Posted on
Artikel UKM Penting !! UKM Bisnis Harus Tahu Ratio Likuiditas yang Baik (Bag.2)

Di artikel UKM bisnis yang pertama Anda sudah dikenalkan dengan 2 kewajiban yang harus Anda penuhi, yaitu kewajiban terkait likuiditas badan usaha dan kewajiban terkait likuiditas perusahaan.

Dan untuk menentukan sebuah likuiditas, Anda juga sudah dikenalkan dengan 2 rumus ratio likuiditas yang baik. Apa saja? Ya benar !! Present ratio dan fast ratio.

Sekarang di artikel UKM bisnis bagian yang kedua ini saya akan menepati janji saya untuk memberikan contoh bagaimana menghitung likuiditas dengan menggunakan 2 rumus ratio likuiditas yang baik.

“Sebentar dok… janjinya kan ada 3. Yang pertama sudah benar, ente mau memberikan contoh hitungan ratio likuiditas yang baik. Yang kedua juga sepakat, ente mau memberikan tutorial cara menghitungnya. Yang ketiga neh… berapa angka ratio likuiditas yang baik? Jangan pura-pura lupa lho dok… !!

Woh iya… sampeyan benar. Saya hampir saja lupa. Sebenarnya bukan lupa sih… belum tahu jawabannya. Jadi ntar tak buka primbon saya dulu ya, wkwkwkwkkwwkkw… Wokeh, karena matahari sudah mulai meninggi dan saya harus menuju ke showroom saya, ini dia tema artikel UKM bisnis kali ini, cara menghitung ratio likuiditas yang baik.

Cara Menghitung Ratio Likuiditas yang Baik Menggunakan Present Ratio

Misalkan Anda punya bisnis dagang barang industri. Information aktiva lancar Anda adalah :

  • Uang yang Anda pegang di tangan (Kas) : Rp. 15.000.000,-
  • Uang yang ada di rekening Financial institution Anda : Rp. 85.000.000,-
  • Anda ngutangin konsumen Anda (Piutang) : Rp. 50.000.000,-
  • Stok barang-barang yang ada di gudang Anda (Persediaan) : Rp. 150.000.000,-
  • Complete aktiva lancar Anda Rp. 300.000.000,-

Kemudian Anda punya tanggungan alias utang dari 2 provider Anda. Kebetulan provider bisnis Anda adalah orang yang baik hati, jadi seringnya memberikan tenggat pembayaran 1 bulan setelah barangnya dikirim, ha..ha..ha.. Berapa besar utang Anda? Besarnya anggaplah Rp. 50.000.000,- untuk provider ‘A’ dan Rp. 75.000.000,- untuk provider ‘B’. Jadi whole utang Anda adalah Rp. 125.000.000,-.

Nah, sekarang tinggal Anda masukkan saja rumus present ratio dengan data-data di atas :

Present Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar
Rp. 300.000.000,- / Rp. 125.000.000,- = 2,4

Jadi present ratio perusahaan Anda adalah 2,4.

Cara Menghitung Ratio Likuiditas yang Baik Menggunakan Fast Ratio

Kita ambil information yang di atas saja ya… Nggak usah bikin yang baru. Biar nanti sinkron hasilnya. Lagian kalau saya harus mikir dan nulis angka atau nilai aktiva lancar dan utang lancar yang baru, ntar jadi lama mas bro. Saya baru dikejar waktu buat ngurusin showroom. Jadi harap maklum ya… (*alasan bae lah, ha..ha..ha..)

Apa rumus fast ratio? Ada yang masih ingat? Lali kabeh? Lupa semua? Wah… payah lah. Kan di artikel UKM bisnis tentang tahu ratio likuiditas yang baik bagian 1 sudah saya jelaskan, piye toh? Saya ulangi lagi ya… diinget-inget neh.

Fast Ratio = (Aktiva Lancar – Persediaan) / Utang Lancar

Sudah ingat? Sekarang tinggal masukin data-datanya saja…

(Rp. 300.000.000,00 – Rp. 150.000.000,00) / Rp. 125.000.000,00 = 1,2

So, fast ratio Anda adalah 1,2. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah, berapa nilai present ratio dan fast ratio yang bagus? Ini dia jawabannya…

  • Present ratio yang bagus bila nilainya di atas 2.
  • Fast ratio yang bagus bila nilainya di atas 1,5.

Dari contoh perhitungan ratio likuiditas yang baik di atas, present ratio Anda adalah 2,4. Artinya apa? Artinya adalah aset lancar perusahaan Anda 2,Four kali lebih besar dibandingkan kewajiban lancar Anda. Berarti nilai present ratio Anda bagus.

Tetapi yang jadi downside adalah nilai fast ratio Anda, hanya 1,2. Padahal fast ratio yang bagus nilainya harus di atas 1,5, benar kan? So… apa yang harus dilakukan? Yang harus Anda lakukan adalah merubah persediaan atau stok barang Anda menjadi uang tunai.

Bisa Anda berlakukan sebagai kas, atau bisa Anda masukkin ke rekening financial institution Anda. Sehingga kalau kita aplikasikan pada contoh di atas, Anda harus bisa “menekan” tim advertising Anda untuk menjual stok barang Anda hingga jumlahnya menjadi Rp. 75.000.000,-.

Paham? Kalau bahasa “pasarnya” seperti ini, “Woi mbul… ini stok barang ‘X’ harus dikurangi. Pokoke dalam bulan ini sampeyan harus jual barang ‘X’ ini hingga stok di gudang tinggal separuhnya. Ini dana buat promosi penjualan-nya ya… Nanti kalau berhasil tak kasih bonus. Siap tho tim penjualanne sampeyan kalau saya bebankan program ini?”…

“Siap ndan, laksanakan !!”, kata supervisor advertising Anda sambil “mrengut”. Walhasil, dalam bulan berikutnya, stok barang Anda nilainya tinggal Rp. 75.000.000,-. Jadi nilai fast ratio Anda :

(Rp. 300.000.000,00 – Rp. 75.000.000,00) / Rp. 125.000.000,00 = 1,8

Dengan nilai fast ratio 1,8, berarti ratio likuiditas yang baik Anda sudah joss semua… di atas standar ratio kelayakan semuanya. Nggak susah kan materi di atas? Mudah kok. Yang penting Anda pahami pelan-pelan, beres dah…

Tetapi bentar… tak bacanya dulu artikel di atas. Jangan-jangan nilai present dan fast ratio usaha mesin UKM saya jelek ya? Hmmmm… tak ingat-ingat dulu. Haladalah… lha rak tenan tho, inventory barang saya kebanyakan.

Wis… bubar-bubar !! Artikel UKM bisnis tentang tahu ratio likuiditas yang baik bagian 2 ini saya STOP sekarang. Enak aja… ntar ratio likuiditas Anda yang baik, punya saya yang bobrok markebrok. Blaik mengko… Bubar, bubar !!

(sumber gambar artikel strategi bisnis ukm, artikel bisnis ukm, ratio likuiditas yang sehat, yang termasuk dalam rasio likuiditas : allaboutalpha.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *